Isu Terkini

Tiga Poin Penting Soal Pangkalan Militer Natuna Menurut Bambang Soesatyo

OlehRamadhan

featured image

Indonesia bakal segera memiliki pangkalan militer super canggih di Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau langsung pembangunan pangkalan militer di Natuna tersebut bersama dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang pada Senin 23 April.

Bamsoet, sapaan akrab Ketua DPR RI, menyebut keberadaan pangkalan militer Natuna sangat penting untuk menguatkan sistem pertahanan dan keamanan Indonesia. Menurut Bamsoet, keamanan wilayah Indonesia salah satunya ditentukan oleh kondisi keamanan di wilayah perbatasan.

Masterplan Super Canggih di Pangkalan Militer Natuna

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang saat mengunjungi Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Senin 23 April 2018. Foto: DPR RI

"Karena itu, keberadaan pangkalan militer di Natuna, Kepulauan Riau sangat penting. Selain di Natuna, tak menutup kemungkinan kita juga akan bangun dan perkuat pangkalan militer di berbagai pulau terluar wilayah Indonesia," kata Bamsoet saat mengunjungi Natuna, Kepulauan Riau, Senin 23 April.

Bamsoet pun mengapresiasi masterplan pembangunan pangkalan militer yang rencananya akan dilengkapi dengan berbagai peralatan tempur super canggih itu.

Baca Juga: Waspada ‘Modus’ Penukaran Uang Pecahan Kecil Jelang Pemilu 2019, Ini Pesan Bamsoet

Menurut Bamsoet, pembangunan pangkalan militer di Natuna tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menguatkan sistem pertahanan dan keamanan negara.

“Tentu pembangunan pangkalan militer tak akan mengesampingkan pembangunan berbasis kesejahteraan di wilayah Natuna. Apalagi di sini sudah ada Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Selat Lampa, yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2016,” ujarnya.

Bisa Dongkrak Kesejahteraan Penduduk Sekitar

Bamsoet menjelaskan bahwa dengan total luas lahan 16,8 hektar, ia yakin SKPT mampu mendongkrak kesejahteraan penduduk Natuna yang banyak berprofesi sebagai nelayan.

Politisi Partai Golkar tersebut mengatakan bahwa DPR RI sangat serius membangun wilayah perbatasan di berbagai pulau terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). DPR RI sudah mempunyai Tim Pengawas Pembangunan Daerah Perbatasan.

Dalam berbagai kajian dan hasil kunjungan ke wilayah perbatasan Indonesia, tim tersebut telah menelaah berbagai permasalahan yang ada.

“Kita juga sedang mengkaji usulan apakah Badan Nasional Pengelola Perbatasan yang kini satu atap dengan Kementerian Dalam Negeri, bisa dilepas menjadi badan tersendiri. Sehingga bisa lebih fokus dalam pembangunan wilayah perbatasan,” ucapnya.

FIR Natuna Harus Dipegang Indonesia

Presiden RI Joko Widodo saat berkunjung ke Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, 24 Juni 2016. Foto: Setkab RI

Bamsoet menegaskan kawasan ruang udara atau Flight Information Region (FIR) Natuna harus sepenuhnya dipegang Indonesia. FIR tersebut bertujuan untuk memperkuat pengawasan kegiatan di ruang udara perbatasan.

“Saat ini FIR Natuna masih dipegang oleh otoritas Singapura. FIR di Natuna sangat diperlukan untuk memperkuat pengawasan kegiatan di ruang udara perbatasan Indonesia.”

“Oleh karena itu, FIR Natuna ini harus secepatnya dikuasai oleh Indonesia. Masalah FIR ini tidak hanya menyangkut keselamatan penerbangan saja, tetapi juga menyangkut kedaulatan negara.”

Bamsoet mengungkapkan bahwa wilayah perbatasan di wilayah Indonesia saat ini terus menjadi prioritas dalam pembangunan nasional.

Baca Juga: DPR Resmikan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara, Ini Tugasnya

Paradigma pembangunan di wilayah perbatasan harus didasarkan kepada dua hal yakni keamanan dan kesejahteraan. Keamanan wilayah Indonesia salah satunya ditentukan kondisi keamanan di wilayah perbatasan.

Sebagai informasi, saat kunjungan ke Kepulauan Natuna itu, Bamsoet bersama Panglima TNI menumpangi Pesawat Boeing 737-400 VIP TNI Angkatan Udara.

Turut serta juga dalam rombongan, ada Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, Kapuspen TNI Mayjen Sabrar Fadhilah, Danjen Kopassus Mayjen TNI Eko Margiyono serta Pangkostrad Letjen TNI Agus Kriswanto.

Selain itu, ada empat pesawat tempur F-16 yang mengawal di sisi kanan dan kiri pesawat VIP yang ditumpangi oleh rombongan saat melintasi kawasan ruang udara Natuna.

Empat pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau mengawal saat memasuk wilayah Perairan Kepulauan Natuna hingga mendarat di Lanud Raden Sadjat Ranai, Kepulauan Natuna.

Share: Tiga Poin Penting Soal Pangkalan Militer Natuna Menurut Bambang Soesatyo