Isu Terkini

Trump Bersihin Ketombe Emmanuel Macron, Bukti Kedekatan Pemerintah AS dan Prancis

Winda Chairunisyah Suryani– Asumsi.co

featured image

Kedatangan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Amerika Serikat berhasil menarik perhatian dunia nih, guys. Sejak kedatangannya di Amerika Serikat pada Senin, 23 April kemarin, Macron terlibat dalam berbagai percakapan yang intens dengan Trump. Emangnya mereka ngomongin apa aja sih? Yuk ikutin beritanya!

1. Kerjasama Membangun Suriah

Salah satu pembahasan yang ingin dibicarakan Macron pada Trump yaitu ajakan untuk mempertahankan kehadiran Amerika di Suriah. Sebelumnya, Trump pernah bilang kalau negaranya ingin menarik sekitar 2.000 tentara Amerika dari Suriah. Rencana penarikan pasukan oleh Trump itu dibuat setelah kejatuhan Raqqa, yang disebut ISIS sebagai ibukota kekhalifahan Islam di Suriah Utara.

“Saya akan berterus terang, kalau pasukan Amerika ditarik, kami akan meninggalkan wilayah itu ke tangan rezim Iran, dan mereka akan menyiapkan perang baru,” kata Macron dalam kesempatan yang sama.

Macron juga menjelaskan bahwa negaranya, Prancis, dan Amerika adalah sekutu. Namun, Rusia dan Turki juga punya peran yang penting dalam mengambil alih Suriah.

2. Perjanjian Nuklir

Isu kesepakatan nuklir Iran atau yang dikenal dengan Joint Comprehensive Programme of Action (JCPOA) menjadi sorotan utama dalam lawatan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Amerika Serikat. Sejak awal, Trump udah nunjukin ketidaksukaannya terhadap perjanjian tersebut, dengan mengancam kalau Amerika akan keluar dari kesepakatan tersebut. Tapi, Macron menegaskan pentingnya kesepakatan ini demi menjaga perkembangan nuklir Iran.

"Saya selalu sampaikan bahwa kita tidak boleh mencabik-cabik JCPOA, sementara kita tidak punya (kesepakatan) yang lain. Itu bukan solusi yang baik," ucap Macron seperti dikutip dari The Guardian pada Rabu, 25 April.

Pertemuan Presiden Prancis dan dan Presiden Amerika Serikat. Foto: Twitter/realDonaldTrump

Nah kabarnya, nasib kesepakatan nuklir ini bakal diketahui pada 12 Mei mendatang. Karena hari itu merupakan batas waktu yang diberikan Trump untuk negara-negara Eropa untuk memperbaiki perjanjian nuklir yang dianggapnya cacat.

"Tidak ada yang tahu apa yang akan saya lakukan pada tanggal 12 Mei. Meskipun Anda Pak Presiden, memiliki ide yang cukup bagus tapi kita bisa berubah dan kita bisa fleksibel. Dalam hidup, anda harus fleksibel," ujar Trump dalam konfrensi persnya bersama Macron.

3. Kedekatan Trump dan Macron

Agenda pertemuan Donald Trump dan Macron berlanjut dengan makan malam kenegaraan pada Selasa malam waktu setempat. Pertemuan kenegaraan ini sebenarnya bukan yang kali pertama, melainkan pertemuan keenam. Bahkan, menurut Istana Elysée, kedua presiden sebelumnya udah bicara melalui sambungan telepon sekitar 20 kali, yang jadi tanda kalau mereka punya komunikasi yang intens.

Bahkan, di akhir konferensi persnya bersama dengan Macron, Trump sempat berkata "Saya sangat menyukainya [Macron]."

Having great meetings and discussions with my friend, President @EmmanuelMacron of France. We are in the midst of meetings on Iran, Syria and Trade. We will be holding a joint press conference shortly, here at the @WhiteHouse. ???????????????? pic.twitter.com/ju1FXhgjaD— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) April 24, 2018

Kedekatan dua presiden itu emang enggak bisa dielakkan, apalagi saat Trump terlihat ngebersihin ketombe di bahu Macron.

"Kami memiliki hubungan yang sangat spesial. Faktanya, saya akan membersihkan ketombe kecil itu. Kita harus membuatnya sempurna. Dia sempurna," ujar Trump yang langsung disambut tawa Macron dan para wartawan di Gedung Putih.

Share: Trump Bersihin Ketombe Emmanuel Macron, Bukti Kedekatan Pemerintah AS dan Prancis