General

5 Fakta Unik Anis Matta: Belajar di Sekolah Katolik dan Pesantren Sampai Taklukkan Gadis Hungaria

OlehRamadhan

featured image

Nama mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta belakangan jadi sorotan lantaran deklarasi dirinya sebagai calon presiden (capres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Sabtu, 21 April, pekan lalu. Sayangnya, deklarasi itu malah mendapat kecaman dari DPC PKS Jawa Barat.

Ya, DPC PKS Jawa Barat melarang kadernya untuk menghadiri acara sekelompok relawan Anis Matta Pemimpin Muda (AMPM) yang mendeklarasikan Anis sebagai capres di kawasan Teater Terbuka Taman Budaya Dago, Bandung, Jawa Barat.

Anis sendiri mengaku deklarasi itu hanya bentuk sosialisasi saja. Menurut politisi kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, pada 7 Desember 1968 itu, sosialisasi dirinya sebagai capres diklaim bisa mengangkat elektabilitas PKS di Pemilu 2019.

"Itu miskomunikasi saja, semua calon presiden punya tim pendamping. Deklarasi ini hanya sosialisasi untuk memberikan pilihan [presiden] yang banyak, kami akomodasi aspirasi semangat deklarasi yang juga perluasan konstituen PKS,” kata Anis usai deklarasi.

Baca Juga: Tiga Alasan Fahri Hamzah Dukung Anis Matta Jadi Capres 2019

Sebenarnya seperti apa sih sosok Anis Matta itu? Berikut sejumlah fakta menarik pria yang pernah menjabat sebagai Presiden PKS periode 2013-2015 ini.

Belajar di Sekolah Katolik dan Pesantren

Anis Matta saat dideklarasikan sebagai calon presiden 2019 di kawasan Teater Terbuka Taman Budaya Dago, Bandung, Jawa Barat, 21 April 2018. Foto: Twitter/@AnisMatta

Masa kecil pria bernama lengkap Muhammad Anis Matta ini dihabiskan di sejumlah daerah di Indonesia timur. Anis bahkan pernah mengenya pendidikan di dua sekolah dengan latar belakang yang berbeda sekaligus.

Ya, Anis pernah mengenyam pendidikan sekolah dasar di SD Katolik Mathias I di Tual, Maluku Tenggara. Namun, politisi berusia 49 tahun ini memutuskan untuk kembali ke Bone dan justru lulus dari SD Inpres Welado, Bone.

Setelah itu, Anis melanjutkan pendidikan dengan masuk pondok pesantren, SMP-SMA di Pesantren Darul Arqam, Gombara, Makassar. Kemudian, Anis mendapat beasiswa dan melanjutkan pendidikan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA), Jakarta.

Baca Juga: Deklarasi Anis Matta Jadi Cawapres, PKS: Boleh Tapi Dengan Syarat

Mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2013 ini akhirnya menyelesaikan sarjana jurusan syariah pada 1992. Sembari menjalani kuliah, Anis juga rajin mengikuti kursus bahasa Inggris di bilangan Salemba.

Selesai kuliah, Anis sempat menjadi dosen agama Islam di Program Ekstension Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok. Salah satu aktivitas yang ditekuni Anis adalah berdakwah di masjid-masjid perkantoran di Jakarta.

‘Suka Ketinggian’ Jadi Filosofi Hidup Anis

Ternyata, Anis kecil pernah tinggal di dua tempat, Bone, Sulawesi Selatan, dan Tual, Maluku. Kedua tempat ini diketahui sama-sama dekat dengan perairan dan dari dua tempat itulah Anis belajar untuk tak takut dengan ketinggian.

Saat hidup di Bone, rutinitas Anis setiap hari adalah sekolah di pagi hari, mengaji di sinag hari, dan berenang di sore hari. Nah, berenang di sungai inilah, yang menjadi hiburan Anis.

Kehidupan yang tak jauh berbeda juga terlihat saat Anis tinggal di Tual yang dekat dengan laut. Anis kerap menaiki kapal perintis yang berlabuh di dermaga, mencari bagian tertinggi, kemudian melompat ke dalam air.

Ia mengaku merasakan sensasi lain saat terjun dari ketinggian itu. Menurutnya, pengalaman terjun dari ketinggian justru bisa menghasilkan keseruan dan bahkan kesukaannya pada ketinggian mengajarinya satu hal dalam hidup.

Baca Juga: Punya 9 Calon Terbaik, PKS Tak Rela Anies Baswedan Jadi Cawapres Prabowo

“Dulu kalau mau lompat dari tempat tinggi, yang saya lakukan adalah tutup mata, lompat, dan terjadilah apa yang terjadi,” kata Anis.

“Sekarang, ketika saya menghadapi situasi keras, saya bawa itu. Dalam setahun ini, ketika kita menghadapi risiko besar, dan kita tidak tahu apakah kita bisa menghadapinya atau tidak, maka tutuplah mata, lompat, dan terjadilah apa yang terjadi,” ujarnya.

Penggemar Rhoma Irama, Ebiet G Ade, dan Iwan Fals

Penyanyi legendaris Indonesia, Iwan Fals. Foto: Iwanfals.co.id

Lewat program Satu Jam Lebih Dekat di TvOne pada 14 Juni 2014 lalu, Anis membeberkan idola-idolanya di dunia musik Indonesia. Ternyata Anis memiliki tiga penyanyi idola yang semuanya merupakan musisi senior.

Sosok pertama yang diidolai Anis adalah raja dangdut Indonesia, Rhoma Irama. Anis yang juga hobi bermain futsal ini mengaku jadi penggemar karya-karya Rhoma Irama.

“Dulu saya tinggal di kampung, di mana kebanyakan orang menyukai musik dangdut. Akhirnya saya jadi suka, terutama Rhoma Irama. Lagu yang  paling saya suka adalah Kerudung Putih,” kata Anis.

Rasa suka Anis pada lagu Kerudung Putih ternyata dilatarbelakangi situasi saat itu. Anis remaja tinggal di pondok pesantren, di mana siswa laki-laki (santri) tinggal terpisah dari siswa perempuan (santriwati).

Baca Juga: Mengupas Tuntas Pengkaderan PKS Melalui Tarbiyah: Dari Kampus ke Senayan

“Kalau mau ke rumah kyai, harus melewati asrama putri. Saat itu seringkali kita berpapasan dengan santriwati, dan melihat wajah mereka itu merupakan sesuatu yang luar biasa,” ucap Anis sambil bercanda.

Selain Rhoma Irama, ada dua musisi lagi yang Anis kagumi. “Saya mengagumi tiga orang. Rhoma Irama, Ebiet G. Ade, dan Iwan Fals. Ketiganya punya kesamaan, yaitu sama-sama otentik. Musiknya asli, suaranya asli, syairnya juga asli,” ujarnya.

Doyan Nulis Buku

Sebagai politisi, Anis banyak menuangkan pemikirannya dalam bentuk buku. Anis juga sangat produktif menulis sehingga ia banyak menelurkan sejumlah buku yang sebagian besar soal politik.

Sejumlah buku yang ditulis Anis adalah Model Manusia Muslim Abad 21 (2002), Menikmati Demokrasi (2002), Menuju Cahaya (2006), Arsitek Peradaban (2006), Dari Gerakan ke Negara (2006), Delapan Mata Air Kecemerlangan (2009) Demi Hidup Lebih Baik (2011), Gelombang Ketiga Indonesia (2014), dan Momentum Kebangkitan (2014).

Punya Istri Asal Hungaria

Mantan Presiden PKS Anis Matta bersama istri keduanya asal Hungaria, Szilvia Fabula ditemani anak-anaknya saat berolahraga di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, 25 Desember 2013. Foto: Kompas.com

Anis Matta memiliki dua orang istri, yakni Anaway Irianti Mansyur dan Szilvia Fabula. Menariknya, istri kedua Anis berasal dari Hungaria dan perjalanan cinta keduanya dilewati dengan jalan yang terjal.

“Saya bertemu dengannya saat di Hungaria, ketika acara suatu konferensi di Turki, dari Hungaria ke Turki kan tidak jauh tuh," ujar Anis, pada Desember 2013 lalu.

Menurut penuturan Anis, pertemuannya dengan Szilvia berlangsung pada 2005 lalu. Anis mengaku tak mudah menaklukan hati perempuan itu karena butuh waktu 4 bulan untuk meyakinkan dirinya, apalagi Szilvia beragama non-Muslim saat berkenalan.

"Kami sempat surat-suratan, dia baca surat saya dan sempat diskusi selama 4 bulan. Setelah rentang sekian bulan, dia memutuskan jadi mualaf dan akhirnya saya nikahkan dia pada tahun 2006 di Indonesia," ujarnya.

Setelah melangsungkan pernikahannya, Szilvia pun resmi menjadi istri kedua Anis. Szilvia kemudian meninggalkan kampung halamannya di kawasan Eropa Timur itu dan hidup di Indonesia mendampingi sang suami.

Share: 5 Fakta Unik Anis Matta: Belajar di Sekolah Katolik dan Pesantren Sampai Taklukkan Gadis Hungaria