Sebuah studi menemukan bahwa orang yang terobsesi dengan selebritas cenderung memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah dibandingkan dengan orang lain.
Penelitian yang dilakukan oleh akademisi asal Hongaria menemukan bahwa orang yang tergila-gila dengan gosip Hollywood dan selebritas papan atas cenderung tidak terlalu cerdas.
Studi ini diterbitkan dalam BMC Psychology pada akhir 2021 dan menyimpulkan bahwa “terdapat hubungan langsung antara pemujaan selebritas dan kinerja yang lebih buruk pada tes kognitif,” yang mengukur keterampilan literasi dan numerasi.
Studi ini berjudul “Celebrity worship and cognitive skills revisited: applying Cattell’s two-factor theory of intelligence in a cross-sectional study” (Pemujaan selebritas dan keterampilan kognitif ditinjau kembali: menerapkan teori dua faktor kecerdasan Cattell dalam studi cross-sectional).
Pada tahun 1963, psikolog Raymond B. Cattell mengemukakan bahwa kecerdasan cair (fluid intelligence) dan kecerdasan mengkristal (crystallized intelligence) adalah dua kategori utama dalam kecerdasan umum manusia.
Untuk penelitian ini, 1.763 orang dewasa asal Hongaria mengikuti dua tes kognitif, yakni tes kosakata berupa 30 kata untuk mengukur kecakapan literasi; serta tes substitusi simbol angka untuk menguji keterampilan numerasi.
Setelah itu, mereka mengisi kuesioner “Celebrity Attitude Scale“, yang mengukur tingkat minat mereka terhadap selebritas. Para peserta diminta menjawab “ya” atau “tidak” pada beberapa pernyataan, seperti:
✅ “Saya sering merasa terdorong untuk mempelajari kebiasaan pribadi selebritas favorit saya.”
✅ “Saya terobsesi dengan detail kehidupan selebritas favorit saya.”
Hasilnya menunjukkan bahwa skor tinggi dalam skala pemujaan selebritas berkorelasi dengan kinerja yang lebih rendah pada dua tes kecerdasan tersebut. Para peserta juga memberikan informasi mengenai pendapatan, aset, dan tingkat pendidikan mereka.
Penelitian ini menyatakan bahwa hubungan antara pemujaan selebritas dan skor kognitif yang lebih rendah tidak dapat dijelaskan hanya dengan faktor demografis atau sosial-ekonomi.
Namun, penelitian ini belum sepenuhnya konklusif. Para peneliti tidak dapat memastikan apakah orang yang terobsesi dengan selebritas menjadi kurang cerdas karena mereka menghabiskan kapasitas otaknya untuk memikirkan selebritas, atau apakah mereka memang sudah kurang cerdas sejak awal, sehingga lebih mudah terobsesi dengan gosip Hollywood.
Dalam wawancara dengan PsyPost, para peneliti mengatakan bahwa studi di masa depan perlu mengeksplorasi lebih lanjut apakah upaya kognitif yang diinvestasikan untuk menyerap informasi tentang selebritas dapat mengganggu kinerja seseorang dalam tugas yang membutuhkan perhatian dan keterampilan kognitif lainnya.
“Meskipun penelitian kami tidak membuktikan bahwa mengembangkan obsesi terhadap selebritas menyebabkan skor tes kognitif yang lebih rendah, temuan ini menunjukkan bahwa mungkin ada baiknya untuk lebih berhati-hati dalam mengelola perasaan terhadap selebritas,” demikian kata seorang peneliti dalam studi tersebut.
Meskipun studi ini menemukan korelasi antara obsesi terhadap selebritas dan rendahnya kemampuan kognitif, tidak ada bukti langsung bahwa satu hal menyebabkan yang lain. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan ini secara lebih mendalam.
Baca Juga:
Selebgram Cut Intan Nabila Publikasi Video Penganiayaan Suami terhadap Dirinya
Militer Israel Sebar Selebaran “Gaza Akan Jadi Zona Tempur Berbahaya” Perintahkan Warga Mengungsi
Strategi Polisi Berantas Judi Online: Libatkan Selebgram untuk Didik Publik